Minggu, 29 Desember 2019

CBR PKN (PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN)


CRITICAL BOOK REPORT
PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
Dosen pengampu : Drs. Hudson Sidabutar, M.Si





Disusun Oleh :

yang pasti mahasiswa lah XD




PROGRAM STUDI S1 PENDIDIKAN TEKNIK MESIN
JURUSAN TEKNIK MESIN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2018


KATA PENGANTAR
            Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, saya panjatkan puja dan puji syukur atas kehadiran-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah dan inayah-Nya kepada saya sehingga saya dapat menyelesaikan tugas Critical Book Report.
            Adapun maksud dari critical book report ini adalah untuk menyelesaikan salah satu tugas mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan. Terlepas dari itu semua, saya menyadari dalam penulisan Critical Book Report ini banyak terdapat kekurangan. Namun, saya tetap berharap agar hasil Critical Book Report ini  dapat memberikan manfaat bagi para pembaca. Saya juga berharap kritik dan saran dari pembaca atas segala kekurangan yang terdapat dalam Critical Book Report ini.




Medan, 20 Mei 2019


 Penulis








BAB I
PENDAHULUAN
1.      Latar Belakang
Integrasi berasal dari bahasa inggris “integration” yang berarti kesempurnaan atau keseluruhan. Intergasi sosial dimaknai sebagai proses penyesuaian di antara unsur-unsur yang saling berbeda dalam kehidupan masyarakat yang memiliki keserasian fungsi. Integrasi sosial akan terbentuk apabila sebagian besar masyarakat memiliki kesepakatan tentang batas-batas teritorial, nilai-nilai, norma-norma, dan pranata-pranata sosial. Masalah inetgrasi nasional merupakan persoalan yang dialami hampir semua negara, terutama negara-negara yag usianya relatif muda, termasuk Indonesia. Di Indonesia istilah integrasi masih sering disamakan dengan istilah pembauran atau asimilasi, padahal kedua istilah tersebut memiliki perbedaan. Integrasi diartikan dengan integrasi kebudayaan, integrasi sosial, dan pluralisme sosial. Sementara pembauran dapat berarti penyesuaian antar dua atau lebih kebudayaan mengenai berapa unsur kebudayaan (cultural traits) mereka yang berbeda atau bertentangan, agar dapat dibentuk menjadi suatu sistem kebudayaan yang selaras (harmonis). Caranya adalah melalui difusi (penyebaran), dimana unsur kebudayaan baru diserap ke dalam suatu kebudayaan yang berada dalam keadaan konflik dengan unsur kebudayaan tradisional tertentu. Cara penanggulangan masalah konflik adalah melalui modifikasi dan koordinasi dari unsur - unsur kebudayaan baru dan lama. Inilah yang disebut sebagai Integrasi Sosial
2.      Tujuan
1.      Untuk menyelesaikan salah satu tugas mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan.
2.      Untuk meningkatkan ketelitian dan pemahaman dari buku yang dikritik.
3.      Untuk menguatkan potensi ataupun keahlian dalam mengkritik isi buku.

3.      Manfaat
1.      Agar pembaca maupun penulis tanggap terhadap hal-hal penting yang ada didalam buku.
2.      Untuk memahami materi integrasi nasional didalam buku.
3.      Untuk menambah wawasan dan pengetahuan mengenai materi integrasi nasional.


BAB II
ISI BUKU
IDENTITAS BUKU ( BUKU UTAMA ) :
Judul Buku                  :  PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN.
Nama Pengarang         : Apek Gandamana, S.Pd., M.Pd.
Tahun Terbit                : 2018
Kota Tebit                   : Medan
Penerbit Buku             : Unimed Press
RINGKASAN ISI BUKU
·         Pengertian Integrasi Nasional
Istilah integrasi nasional dalam bahasa inggris adalah “ national integration “. “integration” berarti kesempurnaan atau keseluruhan. Integrasi nasional adalah upaya menyatukan seluruh unsur suatu bangsa dengan pemerintah dan wilayahnya. “Mengintegrasikan” berarti membuat untuk atau menyempurnakan dengan jalan menyatukan unsur-unsur yang semula terpisah-pisah. Myron Weiner dalam Ramlan Surbakti membedakan lima tipe integrasi yaitu :
1.      Integrasi Bangsa
Integrasi bangsa menunjukkan pada proses penyatuan berbagai kelompok budaya dan sosial dalam satu kesatuan wilayah dan dalam suatu pembentukan identitas nasional.
2.      Integrasi Wilayah
Integrasi wilayah menunjukkan pada masalah pembentukan wewenang kekuasaan nasional pusat diatas unit-unit sosial yang lebih kecil yang beranggotakan kelompok-kelompok sosial budaya masyarakat tertentu.
3.      Integrasi Nilai
Integrasi nilai menunjukkan adanya konsensus atau kesepakatan terhadap nilai yang minimum yang diperlukan dalam memelihara tertib sosial.
4.      Integrasi elit-massa
Integrasi elit massa menunjukkan pada masalah penghubungan antara pemerintah dengan yang diperintah.
5.      Integrasi tingkah laku
Integrasi tingkah laku, menunjuk pada penciptaan tingkah laku yang terintegrasi dan yang diterima demi mencapai tujuan bersama.
Menurut Nurwardani et.al, dalam realitas nasional integrasi nasional dapat dilihat dari tiga aspek yakni, aspek politik, ekonomi, dan sosial budaya.
1.      Integrasi politik
Dalam integrasi politik terdapat dimensi vertikal dan horisontal. Dimensi yang bersifat vertikal menyangkut hubungan elit dan massa, baik antara elit politik dengan massa pengkiut, atau antara penguasa dan rakyat guna menjembatani celah perbedaan dalam rangka pengembangan proses politik yang partisipatif. Dimensi horisontal meyangkut hubungan yang berkaitan dengan masalah teritorial, antar daerah, antar susku, umat beragama, dan golongan masyarakat indonesia.
2.      Integrasi ekonomi
Integrasi ekonomi berarti terjadinya saling ketergantungan antar daerah dalam upaya memenuhi kebutuhan hidup rakyat.
3.      Integrasi sosial budaya
Integrasi ini merupakan proses penyesuaian unsur-unsur yang berbeda dalam masyarakat sehingga menjadi satu kesatuan.
·         Pentingnya Integrasi Nasional
Masyarakat yang terintegrasi dengan baik merupakan harapan bagi setiap negara, sebab integrasi masyarakat merupakan kondisi yang diperlukan bagi negara untuk membangun kejayaan nasional demi mencapai tujuan yang diharapkan. Integrasi masyarakat yang sepenuhnya memang sesuatu yang tidak mungkin diwujudkan, karena setiap masyarakat disamping membawakan potensi integrasi juga menyimpan potensi konflik atau pertentangan.
Al Hakim (2001) mengemukaan ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan untuk membangun wawasan kebangsaan indonesia yang solid dan integrasi yang mantap serta kokoh. (1) kemampuan dan kesadaran bangsa dalam mengelola pebedan suku, ras, agama, dan golongan dan keanekaragaman budaya dari adat istiadat yang tumbuh dan berkembang di wilayah nusantara.
·         Perkembangan sejarah integrasi di Indonesia
1.      Model integrasi imperium Majapahit
Model integrasi pertama ini bersifat kemaharajaan Majapahit. Struktur kemaharajaan yang begitu luas ini berstruktur konsentris. Dimulai dengan konsentris pertama yaitu wilayah inti kerajaan. Konsentris kedua adalah wilayah diluar Jawa (mancanegara dan pesisiran sebrang).
2.      Model integrasi kolonial
Pemerintah kolonial mampu membangun integrasi wilayah juga dengan menguasai maritim, sedang integrasi vertikal antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dibina melalui jaringan birokrasi kolonial yang terdiri dari ambtenaar-ambtenaar (pegawai) Belanda dan pribumi yang tidak memiliki jaringan dengan massa rakyat.
3.      Model integrasi nasional Indonesia
Model integrasi ketiga ini merupakan proses berintegrasinya bangsa Indonesia sejak 1945. Meskipun sebelumnya ada integrasi kolonial, namun integrasi model ketiga ini berbeda dengan model kedua. Model integrasi nasional ini diawali dengan tumbuhnya kesadaran berbangsa khususnya pada diri orang-orang Indonesia yang mengalami proses pendidikan sebagai dampak dari politik etis pemerintah kolonial Belanda.
      Dalam sejarahnya, penumbuhan kesadaran berbangsa tersebut dilalui dengan tahapan sebagai berikut :
*      Masa perintis
Masa perintis adalah masa mulai dirintisnya semangat kebangsaan melalui pembentukan organisasi-organisasi pergerakan. Masa ini ditandai dengan munculnya pergarakan Boedi Oetomo pada tanggal 20 Mei 1908.

*      Masa penegas
Masa penegas adalah masa dimulai ditegaskannya semangat kebangsaan pada diri bangsa Indonesia yang ditandai dengan peristiwa sumpah pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928.
*      Masa percobaan
Bangsa Indonesia melalui organisasi pergerakan mencoba meminta kemerdekaan kepada Belanda. Organisai-organisasi pergerakan yang tergabung dalam GAPI tahun 1938 mengusulkan Indonesia berparlemen.
*      Masa pendobrak
Pada masa tersebut semangat dan gerakan kebangsaan Indonesia telah berhasil mendobrak belenggu penjajahan dan menghasilkan kemerdekaan.
·         Strategi integrasi
Ø  Strategi asimilasi
Asimilasi adalah proses percampuran dua macam kebudayaan atau lebih menjadi satu kebudayaan yang baru, dimana dengan pencampuran tersebut maka masing-masing unsur budaya melebur menjadi satu sehingga dalam kebudayaan yang baru itu tidak tampak lagi identitas masing-masing budaya pmbentuknya.
Ø  Strategi akulturasi
Akulturasi adalah proses pencampuran dua macam kebudayaan atau lebih sehingga memunculkan kebudayaan yang baru, dimana ciri-ciri budaya asli pembentuknya masih tampak dalam kebudayaan baru tersebut.
Ø  Strategi pluralis
Paham pluralis merupakan paham yang menghargai terdapatnya perbedaan dalam masyarakat. Paham pluralis pada prinsipnya merupakan integrasi nasional dengan memberi kesempatan pada segala unsur perbedaan yang ada dalam masyarakat untuk hidup dan berkembang.

·         Integrasi nasional Indonesia
Integrasi nasional dapat dilihat dai dua dimensi, yaitu dimensi vertikal dan dimensi horisontal. Dimensi vertikal dari integrasi adalah dimensi yang berkenaan dengan upaya mnyatukan persepsi, keinginan dan harapan yang ada antara elite dan massa atau antara pemerintah dengan rakyat. Dimensi horisontal dari integrasi adalah dimensi yang berkenaan dengan upaya mewujudkan persatuan antara perbedaan-perbedaan yang ada dalam masyarakat itu sendiri.
IDENTITAS BUKU II ( BUKU PEMBANDING ) :
Judul Buku                  :  Demokrasi, hak asasi manusia masyarakat madani.
Nama Pengarang         : Prof.Dr. Azyumardi Azra, MA.
Tahun Terbit                : 2003
Kota Tebit                   : Jakarta
Penerbit Buku             : Prenada Media
RINGKASAN ISI BUKU
DiIndonesia istilah integrasi masih sering disamakan dengan istilah pembauran atau asimilasi padahal kedua istilah tersebut memiliki perbedaan. Integrasi diartikan dengan integrasi kebudayaan, integrasi sosial dan pluralismesosial. Sementara pembauran dapat berarti asimilasi dan amalganasi. Integrasi kebudayaan berarti penyesuaian antar dua atau lebih kebudayaan mengenai berapa unsur kebudayaan mereka yang berbeda atau bertentangan, agar dapat dibentuk menjadi suatu sistem kebudayaan yang selaras.
Integrasi sosial adalah penyatupaduan dari kelompok-kelompok masyarakat yang asalnya berbeda, menjadi suatu kelompok besar dengan cara melenyapkan perbedaan dan jadi diri masing-masing. Dalam arti ini integrasi sosial sama artinya dengan asimilasi atau pembauran. Pluralisme kebudayaan adalah pendekatan heterogenis atau kebhinnekaan kebudayaan dengan kebudayaan suku-suku bangsa dan kelompok-kelompok minoritas diperkenankan mempertahankan jati diri mereka masing-masing dalam suatu masyarakat.
Sementara yang dimaksud dengan Integrasi Nasional adalah penyatuan bagian-bagian berbeda dari suatu msyarakat menjadi suatu keseluruhan yang lebih utuh atau memadukan masyarakat-masyarakat kecil yang banyak jumlahnya menjai suatu bangsa. Masalah integrasi nasional di Indonesia sangat kompleks dan multidimensional. Untuk mewujudkannya diperlukan keadilan kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah dengan tidak membedakan suku, ras, agama, bahasa dan sebagainya. Sebenarnya upaya membangun keadilan, kesatuan dan persatuan bangsa merupakan bagian dari upaya membangun dan membina stabilitas politik disamping upaya lain seperti banyaknya keterlibatan pemerintah dalam menentukan komposisi dan mekanisme parlemen.
PERBANDINGAN ISI BUKU
·         Buku utama lebih menjelaskan materi dengan lebih jelas dan rinci dibandingkan buku pembanding. Karena didalam buku pembanding integritas nasional tidak terlalu banyak dibahas.
·         Kata didalam kedua buku mudah dimengerti atau dipahami.
·         Buku utama menjelaskan buku secara rinci mulai dari sejarahnya, perkembangan dan integritas nasional saat ini. Sedangkan buku pembanding hanya menjelaskan mengenai pengertian dan macam-macam integritas.
·         Buku utama lebih menarik karena dilengkapi dengan gambar-gambar yang mendukung materi. Sedangkan buku pembanding tidak.










BAB III
PENUTUP
1.      Kesimpulan
Integrasi Nasional adalah penyatuan bagian-bagian berbeda dari suatu msyarakat menjadi suatu keseluruhan yang lebih utuh atau memadukan masyarakat-masyarakat kecil yang banyak jumlahnya menjai suatu bangsa. Masyarakat yang terintegrasi dengan baik merupakan harapan bagi setiap negara, sebab integrasi masyarakat merupakan kondisi yang diperlukan bagi negara untuk membangun kejayaan nasional demi mencapai tujuan yang diharapkan.
2.Saran
Dalam makalah ini penulis memiliki harapan agar pembaca memberikan kritik dan saran yang membangun. Karena penulis sadar dalam penulisan makalah ini terdapat begitu banyak kekurangan.



semoga bermanfaat, jangan lupa kunjungi juga akun youtube kami Richo han  : https://www.youtube.com/channel/UC-HvsOfWZ0UKD8Odpg4zNvQ?view_as=subscriber


Tidak ada komentar:

Posting Komentar